Anger Management

What causes anger?.....
- Pride
- Prestige
- Hope for honor
- Haughtiness
- Self-conceit and self-praise
- Jest and ridicule
- Argument
- Treachery
- Greed for wealth and fame
Six knowledge and action to Quell Anger by Imam Ghazali
.

Pintu Masuk Syaitan.....

Pintu masuk syaitan menurut Imam Al-Ghazali:
1. Marah dan nafsu
2. Dengki dan tamak
3. Makan berlebihan
4. Suka menayang harta
5. Mencari pujian orang
6. Tergesa-gesa
7. Cinta duit
8. Kedekut dan takut papa
9. Fanatik mempertahankan pendapat
10. Buruk sangka pada Muslim lain

Pintu masuk syaitan ke dalam hati kita menurut ulama:
1. Sombong dan angkuh
2. Bakhil
3. Takbur
4. Khianat
5. Menolak ilmu dan nasihat
6. Hasad dengki
7. Meremehkan orang lain
8. Ujub
9. Suka berangan
10. Buruk sangka

Hari Kiamat.....

Bayangkan Hari Kiamat dan ketakutan setiap manusia....

http://www.youtube.com/watch?v=tCd7tsRJSCk&feature=related


.

Motivasi untuk Berniaga!

"Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: Peniaga yang benar lagi amanah itu tempatnya bersama Nabi-nabi, para siddiqin dan pejuang agama yang mati syahid"(Dari Abi Syaid Radiallahuanhu, Riwayat Al-Imam At-Tarmizi) Sumber: MORA
1. Buka Bisnes!
2. Jalankan Bisnes dengan benar dan amanah!
3. InsyaALLAH akan ditempatkan bersama para Nabi, Siddiqqin dan Syuhada!
Semangat!!!
.

Know Yourself and You Know ALLAH swt

Listen to the talk to by the Brother in the video.... Subhanallah T__T

Tenang dan Cemerlang di Dunia Akhirat

Semasa saya susah, sesak, sedih, tertekan dan hampir muflis di hujung 90'an.... Ayat2 Al-Quran ini memberi semangat untuk bangkit semula dan maju ke hadapan:
1. Hidup Pasti Ada Cabaran
[ Surah 2, Al-Baqarah: Ayat 155 - 157 * tilawah ]

“Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa serta buah-buahan.

Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Iaitu orang-orang yang apabila ditimpa sesuatu kesusahan, mereka berkata ~ Innaalillahi wainnaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali).

Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya.


2. Setiap Insan Ada Keupayaan
[ Surah 2, Al-Baqarah: Ayat 286 * tilawah ]

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala dari kebaikan yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya.”

3. Satu Kesukaran, Dua Kesenangan
[ Surah 94, Al-Insyiraah: Ayat 5 - 8 * tilawah ]

“Kerana sesungguhnya sesudah kesukaran itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesukaran itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. ”

4. Taqwa Dan Tawakal
[ Surah 65, At-Talaq: Ayat 2 - 3 * tilawah ]

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkan); Dan mendatangkan rezeki dari sumber yang tidak diduga.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan segala perkara yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan kadar dan masa bagi tiap-tiap sesuatu.”

5. Berfikir, Bersyukur, Beramal
[ Surah 55, Ar-Rahman: ayat 13 * tilawah ] Allah ulang soalan ini sebanyak 31 kali!....
“Maka yang mana satu diantara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?”
.

Belajar Al-Quran Untuk Dewasa di UIA

Semasa umur 40 tahun, saya dan isteri masih tidak pandai membaca Al-Quran. Mengaji tersangkut-sangkut, tak pasti huruf bacaan dan tajwid pun tunggang terbalik. Baca tetap baca, tetapi hati tidak puas.

Alhamdulillah, selepas 6 semester mengikut kursus oleh IfLA, Universiti Islam Antarabangsa (UIA), kami boleh membaca Al-Quran dengan agak fasih dan disertai tajwid.

1 semester lebihkurang 18 minggu atau 36 jam. Setiap minggu cuma dua jam diperlukan untuk belajar di kelas (lain waktu berlatih sendiri). Tenaga pengajar dari pensyarah UIA.

Pendaftaran semester Mac 2011 sedang dibuka. Kalau dah ada asas, boleh terus ke peringkat tinggi selepas ujian. Dulu, saya dan isteri memilih untuk belajar dari Asas 1.

Maklumat lanjut di http://www.iium.edu.my/ifla/courses/tilawah-al-quran-public

Sangat best nikmatnya membaca Al-Quran dengan fasih beserta tajwid! Saya menyesal tak belajar dan amalkan dari dulu. Still, better late than never.....

Tolong sampaikan kepada sahabat2 lain. Semoga sama-sama dirahmati Allah :)

..

Prophetic Timeline

Using technology to add interactivity in learning about Prophet Muhammad s.a.w.

Goto Prophetic Timeline
.

"I want to fornicate"

If someone tells you "I want to fornicate" (or commit zina), what would be your respond? Think about it. Then read this narration from Abu Umamah:
Once, while the prophet (sal) was sitting in his blessed gathering, surrounded by his immaculate companions, there came a young man into the mosque and began to look right and left as if he was looking for someone. His eyes fell on the prophet (sal) so he walked towards him.

It was assumed that the young man would sit in the circle and listen to Allah’s remembrance. But he did not. The man simply looked at the messenger of Allah (sal) and the companions around him, and said with all boldness, “o messenger of Allah! Allow me to fornicate.”

How astonishing! He asked such a question so frankly!

“Allow me to fornicate”

The prophet looked at the young man. Although, it was possible for him to admonish him by reciting Quranic verses, or advising him briefly with words that may move his heart. He (sal) chose to take a different route.

He said to him gently, “would you like anyone to fornicate with your mother?”

The young man shook as he thought of someone fornicating with his mother and said, “no. I would never like that for my mother.”

The prophet (sal) said to him gently, “likewise, the people would not like it for their mothers either.” He then asked him, “Would you like it for your sister?”

The young man was shaken again as he thought of his chaste sister fornicating and instantly said, “No. I would never like it for my sister.”

The prophet (sal) replied, “Similarly, the people would not like it for their sisters.” He then asked him. “Would you like it for your paternal aunt? Would you like it for your maternal aunt?”

The young man kept saying. “No…..No…..”

The prophet (sal) then said to him, “then love for the people what you love for yourself, and dislike for the people what you dislike for yourself.”

The young man then realized he was wrong and said with all humility, “o messenger of Allah! Pray to Allah to cleanse my heart!”

The prophet (sal) then called him, and the young man walked towards him and sat down in front of him. The prophet (sal) placed his hand on his chest and said, “O Allah! Guide his heart, forgive his sins and guard hi chastity.”

The young man left saying, “By Allah, I went to the messenger of Allah (sal) while fornication was the most beloved act to me. But as I left his company, fornication was the most hateful action to me.”

Source: http://hubpages.com/hub/i-want-to-fornicate

Signs from ALLAH

Look at the Sun! Visualise it magnitude! Feel its power..... we feel so miniscule

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allah is the Greatest!

No is no God other than ALLAH!

Engkau Marah Tembikai Busuk?

Selalu kita marah kepada kekurangan, keadaan atau kejadian yang berlaku kepada diri, keluarga atau hal-hal kita. Tapi patutkah kita merasa marah?

Fikirkan dan ambil iktibar melalui cerita ini:


Pada suatu hari, seorang ahli sufi bernama Syaqiq Al-Balkhi telah membeli sebiji tembikai. Kemudian dia membawa tembikai itu pulang dan diberikan kepada isterinya. Apabila isterinya membelah tembikai itu untuk dimakan, ternyata buah tembikai itu tidak elok, maka marah- marahlah isteri Syaqiq dengan keadaan tersebut.

Maka bertanyalah Syaqiq kepada isterinya: "Kepada siapa engkau tujukan marahmu itu, adakah kepada penjual, pembeli, penanam atau Pencipta buah tembikai itu?". Terdiam isterinya mendengar pertanyaan tersebut.

Kemudian Syaqiq teruskan lagi kata-katanya: "Adapun si penjual, sudah tentu mau jualannya terdiri daripada barangan yang terbaik. Adapun si pembeli juga sudah tentu mau membeli barang yang terbaik juga. Bahkan si penanam juga sudah tentu berharap hasil tanamannya yang terbaik juga".

"Maka ternyatalah marahmu ini engkau tujukan kepada Pencipta buah tembikai ini. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah dan redhalah dengan segala ketentuanNya".

Maka menangislah isteri Syaqiq. Lalu bertaubat dan ia pun redhalah dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Syaqiq Al-Balkhi
.

Alhamdulillah by Maher Zain



I was so far from you
Yet to me you were always so close
I wandered lost in the dark
I closed my eyes toward the signs
You put in my way
I walked everyday
Further and further away from you
Ooooo Allah, you brought me home
I thank You with every breath I take.

Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.

I never thought about
All the things you have given to me
I never thanked you once
I was too proud to see the truth
And prostrate to you
Until I took the first step
And that’s when you opened the doors for me
Now Allah, I realized what I was missing
By being far from you.

Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah.

Allah, I wanna thank You
I wanna thank you for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
And did you give me hope

O Allah, I wanna thank you
I wanna thank You for all the things that you’ve done
You’ve done for me through all my years I’ve been lost
You guided me from all the ways that were wrong
I wanna thank You for bringing me home

Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah

Artist: Maher Zain
Album: Thank You Allah
Copyright: Awakening Records 2009

Solat Time!

Waktu solat bagi seluruh dunia dan daerah2 di Malaysia

Ingat URL ini www.E-SOLAT.gov.my

Semoga solat anda khusyuk dan sempurna
.

99 Asma-Ul-Husna

Klik 99 Asma-Ul-Husna dan maknanya

Hafal 9 Asmaul-Husna sehari, hafal kesemua 99 dalam 11 hari sahaja

Video Nasyid oleh Munif Ahmad @ YouTube


.

I Do Not Want You To Become A Muslim.....

.
"I do not want you to become a Muslim unless you are sure about the faith. Go away, study and pray about it. Islam is the true path of salavation. But don't become a Muslim until you are sure".....
.

.
http://www.youtube.com/watch?v=N48Ymna9q8k

Qari Hj. Mu'min Mubarok

Sangat syahdu tilawah Hj Mu'min Mubarok, Qari Indonesia yang menjadi johan Tilawah Al-Quran Antarabangsa 2008.

Surah Al-Mu'min/Ghafir (40) Ayat 1-3 dan Surah Al-Hasyr (59) Ayat 23
..... perhati, dengar dan hayati.....

http://www.youtube.com/watch?v=YpZtm2UQ9gI

.

Akhlak Mulia Dalam Hubungan Sesama Manusia

.
Nasihat beliau tentang akhlak mulia yang mesti diamalkan oleh setiap Muslim:

ALLAH s.w.t. tidak menyuruh kita membenci Non-Muslims.
http://www.youtube.com/watch?v=9WvbGujuLIM


.
ALLAH s.w.t. tidak meletakkan kita di mukabumi untuk benci membenci.
http://www.youtube.com/watch?v=bOxTJ4_8LKU

.

Khutba Wida' Prophet Muhammad s.a.w.

Prophet Muhammad s.a.w. delivered this message for all mankind (Muslims and non-Muslims) when he was performing hajj. It is known as Khutbah Wida’ or the Farewell Sermon. Download explanation from MUIS website:
O mankind! Listen well to what I have to say. I do not know if I will meet all of you again after this year. So listen carefully to what I say and deliver this to those who are not present today.

O mankind, as how you observe this month and this city to be sacred, so is the life and the wealth of every Muslim. Return all the wealth that has been trusted to you back to its rightful owner. Do not harm anyone so that no one will harm you.

Remember that you will indeed meet your Lord and you shall be accounted for all your deeds. Allah has forbidden riba, so all matters involving riba are not allowed from now on.

Be wary of syaitaan, for the sake of your religion. He is disappointed for not being able to lead you astray in the big matters, so be careful so that you will not follow him in the small matters.

O mankind, your wives have rights on you in the same way that you have rights on them. If they fulfill their obligations towards you, then they are entitled to be fed and to be clothed lovingly. Treat your wives rightfully and with kindness because they are indeed your loyal companions and your helpers and your right on them is not to allow anybody you dislike into your houses and not to commit adultery.

O mankind, listen carefully to my words, worship Allah, pray five times a day, fast in the month of Ramadhan, and give zakat from your wealth. Perform hajj if you can afford it. Know that every Muslim is a brother to other Muslims. You are all the same; no one is above the other except by the means of taqwa and good deeds.

Remember that one day you will meet Allah s.w.t and you will be held accountable for what you have done. Therefore, be careful so that you do not transgress the limits when I am no longer here.

O mankind, there is no Prophet or Rasul after me and there will not be a new religion. So, understand and consider what I have said to you. Indeed I leave you with two things, if you hold on to them and you follow them, you will never go astray, that is the Al-Quran and my Sunnah.

Those who have listened to my message are to convey it to others, and they in turn, must convey it to the rest. May those who listen last understand my words more than those who listen directly from me. O Allah, please witness that I have indeed conveyed Your message to Your servants.

Fear the day when you will be brought back to Allah and every soul will be rewarded with what he has done and will not be wronged.”
.

Sempurna, Cukup, Redha

Surah Al-Maidah: Ayat 3 diturunkan semasa Khutbah Wida' Nabi Muhammad s.a.w. Ia sangat penting untuk dakwah dan motivasi. Hafal dan hayati Firman ALLAH:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,
dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmatKu,
dan telah Aku redhai Islam menjadi agama bagimu.

This day have I perfected your religion for you,
completed My favour upon you,
and have chosen for you Islam as your religion.

Aujourd'hui, J'ai parachevé pour vous votre religion,
et accompli sur vous Mon bienfait,
Et J'agrée l'Islam comme religion pour vous.

Khutbah Wida' Nabi Muhammad s.a.w.

Pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijarah ketika Rasulullah s.a.w. mengerjakan ibadah haji yang terakhir, baginda menyampaikan Khutbah Wida di Lembah Uranah, Bukit Arafah. Mesejnya adalah untuk umat manusia (Islam dan bukan Islam)
Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi.

Ingatlah bahawa sesungguhya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu.

Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur'an dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu.

(source MOI Website. Also see other websites)

Muslim Communicator

A calm, confident and convincing communicator has greater prospect to succeed in parenting, socialising, networking, working, discussing, dakwah etc. Muslims should communicate with manners, hikmah and techniques which reflect the beauty of Islam. Our akhlak is the best dakwah! Some lessons to communicate as Muslims:

~ The Muslim Way of Speaking (HarunYahya)

~ Communication and Argument in the Quran (HarunYahya)

~ Some tips to help you communicate with your teens and others

~ Speak and Think Effectively
.

Kalau Tuhan Baik, Kenapa Buat Neraka?

Kalau ada orang bertanya soalan itu pada anda, apa nak jawab? Mulanya saya pun termenung juga apa jawapan yang paling mudah untuk difahami. Cerita di bawah ini saya dapat dari seorang sahabat..... semoga memberi iktibar :)
Di sebuah negeri, kerap kali pihak berkuasa tempatan menjalankan pemeriksaan mengejut di premis-premis perniagaan dan kompleks beli-belah, untuk memastikan para pekerja di premis berkenaan menutup aurat.

Lazimnya dalam setiap operasi sebegini, seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak berkuasa tempatan. Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat secara berhemah, kerana hukuman dan denda semata-mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.

Dalam satu insiden, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005,seorang gadis Islam yang bekerja di salah satu lot premis perniagaan di sebuah pasaraya telah didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat. Maka dia pun kena denda la...

Setelah surat saman dihulurkan oleh pegawai PBT, Ustaz ni pun bagi la nasihat, "lepas ni diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan. Peraturan ni bukan semata-mata peraturan majlis perbandaran, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah. Ringkasnya, kalau taat segala perintahNya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga. Kalau derhaka tak nak patuhi perintahNya, takut nanti tak sempat bertaubat, bakal mendapat azab di neraka Allah. Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tak mahu kita campakkan diri ke dalam neraka..."

Gadis tersebut yang dari awal mendiamkan diri, tiba-tiba membentak "Kalau Tuhan tu betul-betul baik, kenapa buat neraka? Kenapa tak boleh sediakan syurga je? Macam tu ke Tuhan Maha Penyayang?" Mungkin dari tadi dia dah panas telinga, tak tahan dengar nasihat ustaz tu..... dah la hati panas kena denda sebab dia tak pakai tudung..

Ustaz tu terkedu sekejap. Bahaya budak ni. Kalau dibiarkan boleh rosak akidah dia. Setelah habis gadis tu membebel, ustaz tu pun jawab: "Adik, kalau Tuhan tak buat neraka, saya tak jadi ustaz. Berapa sen sangat gaji saya sekarang. Baik saya jadi tokey judi atau bapa ayam.... hidup senang, lepas mati pun tak risau sebab gerenti masuk syurga. Mungkin awak ni pun saya boleh culik dan jual jadi pelacur. Kalau awak nak lari, saya bunuh je. Takpe, sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua jumpa lagi kat syurga..... kan Tuhan tu baik?"

Gadis tu terkejut. Tergamak seorang ustaz cakap macam tu? Sedang dia terpinga-pinga dengan muka confused, Ustaz tu pun jelaskan "perkara macam tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga. Orang baik, orang jahat, semua masuk syurga.... maka apa guna jadi orang baik? Jadi orang jahat lebih seronok. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semuaorang akan 'lulus' percuma. Pembunuh akan jumpa orang yang dibunuh dalam syurga..... perogol akan bertemu lagi dengan mangsa rogol disyurga.... lepas tu boleh rogol lagi kalau dia nak. Takde siapa yang terima hukuman. Sebab Tuhan itu 'baik'. Adakah Tuhan macam ni yang kita nak? Awak rasa, adil ke?" tanya ustaz.

"Ah..mana adil macam tu. Orang jahat takkan la terlepas camtu je.." rungut si gadis. Ustaz tersenyum dan menyoal lagi: "Bila tuhan tak adil, boleh ke dianggap baik?"Gadis tu terdiam.

Ustaz mengakhiri kata-katanya:"Adik, saya bagi nasihat ni kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil. Sebab tu neraka perlu wujud. Untuk menghukum hamba-hambaNya yang derhaka, yang menzalimi diri sendiri dan juga orang lain. Saya rasa awak dah faham sekarang. Kita sedang diuji kat atas dunia ni. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan HAK kita untuk berpakaian sesuka hati kita. Ingatlah; semuanya dipinjamkan olehNya, sebagai amanah dan ujian..semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintahNya, untuk kebaikan diri kita jugak. "
.